adsenseG

Sunday, November 27, 2016

Landasan Yuridis dan Beberapa Pandangan Menurut Pakar tentang Pentingnya PAUD

Landasan Yuridis dan Beberapa Pandangan Menurut Pakar tentang Pentingnya PAUD

1. Landasan Yuridis 
Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dimyatakan bahwa " melindungi segenap bangsa Indonesiaa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa". Selanjutnya pada Amandemen Undang-Undang   Dasar tahun 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa : setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi:.

Dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 9 ayat 1 dinyatakan bahwa " setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasanya sesuai dengan minat dan bakatnya".

Undang-Undang nomr 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa "Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan  yang ditujukan kepada anak sejak lahir  sampai denga usia 6 tahun yang dilakukan melaui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut".

Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa"(1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. (2) Pendidikan anak usia didni dapat diselenggarakan melalui jalur formal, nonformal dan/atau informal.(3) Pendidikan anak usisa dini jalur pendidikan formal Taman kanak-kanak (TK). Raudhatul Athal (RA) atau bentuk lain yang sederajat. ($) Pendidikan anak usia dini jalur nonformal Kelompok bermain (KB), Taman penitipan anak (TPA),  dan bentk lain yang sederajat . (5) Pendidikan anak usia dini jalur informsl pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana yang diamaksud dalam ayat (1) ayat (2) ayat (3) dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah".

Dalam dokumen Permendiknas Nomor 58 tahun 2009 tentng standar Pendidikan Anak Usia Dini, dinyatakan bahwa "Standar tingkat pencapaian perkembangan berisi kaidah pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini sejak lahir sampai denga usia enam tahun. Tingkat perkembanga yang diharapkan dapat dicapai setiap anak pada setiap tahap perkembanganya, bukan merupakan suatu tingkat pencapaian kecakapan akademik".

Saturday, November 26, 2016

Landasan Filosofi PAUD menurutJean Piaget dan Lev Vigotsky

Pandangan kontruktivis dimonitori oleh 2 orang ahli psikologi yaitu  Piaget dan Lev Vigotsky. Pada dsarnya paham kontruktivis ini mempunyai asumsi bahwa anak adalah pembangun pengetahuan yang aktif. Anak menontruksi/membangun pengetahuan berdasarkan pengalamannya.

Pengetahuan tersebut diperoleh anak dengan cara membangunya sendiri secara aktif melalui interaksi yang dilakukanya dengan lingkungan.

Menurut paham ni anak bukanlah individu yang bersifat pasif , yang hanya menerima pengetahuanya dari orang lain. Anak adalah mahkluk belajar yang aktif yang dapat mengkreasi/mencipta dan membnguan pengetahuanya sendiri.

Para ahli kontruktif meyakini bahwa pembelajaran terjadi saat anak memahami dunia disekeliling mereka. Pembelajaran menjadi proses interaktif yang elibatkan teman sebaya anak, orang dewasa dan lingkunan. Anak membangun pemahaman mereka sendiri terhadap dunia. Mereka memahami apa yang terjadi disekeliling mereka dengan mensintesa pengalaman-pengalaman baru dengan apa yang telah mereka pahami sebelumnya.

Contoh berikut ini akan membantu anda untuk memahami pandangan ini. Seorang anak TK yang keluarganya memiliki seekor anjing berjalan-jalan mengendarai mobil bersama keluarganya. Mereka melintasi seekor sapi disekitar lapangan. Anak itu menunjuk dan mengatakan "anjing". Orang tuanya mmberitahukan kepada anak bahwa itu bukanlah anjing melainkan sapi dan sapi berbeda dengan anjing. Informasi yang baru tersebutakan dicerna dengan apa yang telah diketahui dan penyesuaian mental akan terbentuk.

Thursday, November 3, 2016

Landasan Filosofi PAUD menurut pandangan Freobel

Freobel yang bernama lengkap friendrich Wilhem August Freobel lahir di Jerman pada tahun 1782 dan  wafat pada tahun 1852.

Pandanganya tentang anak banyak dipengaruhi oleh Pestalozzi serta para filsuf yunani. Frebel memandang anak sebagai individu yang pada kodratnya bersifat baik. Sifat yang buruk timbul karena kurangnya pendidikan atatu  pengertian yang dimiliki oleh anak tersebut. Setiap tahap perkembangan yang dialami oleh anak harus dipandang sebagai suatu kesatuan yang utuh. Anak memiliki potensi, dan potensi itu akan hilang jika tidak dibina dan dikembangkan.

Tahun-tahun pertama dalam kehidupan seorang anak amatlah berharga dan akan menentukan kehidupanya di masa yang akan datang.Oleh karena itu masa anak merupakan masa emas(The golden ege) bagi penyelenggara pendidikan. Masa anak merupakan fase/tahap yang sangat fundamental bagi perkembangan individu karena pada fase/tahap inilah terjadinya peluang yang sangat besar untuk pembentukan dan pengembangan pribadi seseorang.

Pendidikan keluarga sebagai pendidikan pertama bagi anak dalam kehidupanya, sangatlah penting ,karena kehidupan yang dialami oleh anak pada masa kecilnya  akan menentukan kehidupanya di masa depan.

Freobel memandang pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. IA menggunakan taman sebagai simbol dari pendidikan anak. Apbila anak mendapatkan pengasuhan yang tepat, maka seperti halnya tanaman muda akan berkembang secara wajar mengikuti hukumnya sendiri. Pendidikan taman kanak-kanak harus mengikuti sifat dan karakteristik anak. Oleh sebab itu bermain dipandang sebagai metode yang tepat untuk membelajarkan anak, serta merupakan cara anak dalam menirukan kehidupan orang dewasa disekelilingnya secara wajar. Freobel memiliki keyakinan pentingnya belajar melalui bermain.

Wednesday, November 2, 2016

Landasan Filosofi PAUD menurut KI Hadjar Dewantara

KI Hadjar Dewantara dengan nama asli suwardi suryaningrat lahir pada tanggal 2 mei 188. Ia memandang anak sebagai kodrat alam yang mempunyai pembawaan masing-masing serta kemerdekaan untuk berbuat serta mengatur dirinya sendiri. Akan tetapi kemerdekaan itu juga sangat relatif karena dibatasi oleh hak-hak yang patut dimiliki oleh orang lain.Anak memiliki hak untuk menentukan apa yang terbaik untuk dirinya, sehingga anak patutu diberi kesempatan untuk berjalan sendiri, dan tidak terus dicampuri atau dipaksa. Pamong hanya boleh memberi bantuan apabila anak menghadapi hambatan yang cukup berat dan tidak dapat diselesaikan.

Hal tersebut merupaka cermin dari semboyan "Tutwuri handayani". Ia juga berpandangan bahwa pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah lahir dan batin, sertadapat memerdekakan diri. Kemerdekaan itu hendaknya diterapkan pada cara berfikir anak, sehingga anak tidak selalu diperintah atau dicekoki dengan fikiran orang lain saja tetapi mereka harus dibiasakan untuk mencari serta menemukan sendiri berbagai nilai pengetahuan dan ketrampilan denganmenggunakan fikiran dan kemampuanya sendiri.

Uraian diatas memperlihatkan bahwa KI Hadjar Dewantara memandang anak sebagai individu yamg memiliki potensi untuk berkembang. Sehingga pemberin kesempatan yang luas pada anak untuk mencari dan menemuka pengetahuan , secara tidak langsung akan memberikan peluang  agar potensi yang dimiliki oleh anak dapat berkembang secara optimal.

Kekuatan kodrati yang dimiliki anak tiada lain adalah segala kekuatan dalam kehidupan lahir dan batin anak yang ada karena kekuasaan kodrat (karena faktor pembawaan atau keturunan yang ditakdirkan secara ajali). Kodrat anak bisa baik bisa pula sebaliknya. Kodrat itulah yang akan memberikan dasar pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dengan pemahaman diatas KI Hadjar Dewantara bahwa pendidikan itu sifatnya hanya menuntun bertumbuh kembangnya kkuatan-kekuatan kodrati yang dimliki anak. Pendidikan smam sekali tidak mengubah dasar pembawaan anak, kecuali pemberian tuntunan agar kodrat bawaan anak itu bertumbuh kembang ke arah yang lebih baik.

Pendidikan berfungsi menuntun anak yang berpembawaan tidak baik menjadi lebih berkwalitas lagi disamping untuk mencegahnya dari segala macam pengaruhjahat. Dengan demikian tujuan pendidikan itu untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar ia sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya dalam hidup.

Landasan Filosofi PAUD Menurut J.J.Rousseau

J.J.Rousseau yang hidup antara tahun 1712 -1778 dilahirkan di geneva, swiss. Tepai sebagian besar waktunya dihabiskan di perancis.

J.J.Rousseau menyarankan konsep kembali ke alam, pendektan yang bersifat alamiah menurutnya pendekatan alamiah berarti anak akan berkembang secara optimal tanpa hambatan. Menurutnya pulaa bahwa pendidikan yang bersifat alamiah menghasilkan dan memicu berkembangnya kwalitas semacam kebahagiaan ,spontanitas dan rasa ingin tahu. Dia percaya bahwa walaupun  kita telah melakukan kontrol terhadap pendidikan yang diperoleh dari pengalaman sosial dan melalui indra, tetapi kita tetap tidak dapat mengontrol pertumbuhan yang bersifat alami.

Untuk mengetahui kebutuhan anak, guru hrus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan anak-anak. Tujuanya adalah agar guru dapat memberikan pelajaran yang sesuai dengan minat anak. Jadi yang menjadi titik pangkal adalah anak. Tujuan pendidikan menurut J.J.Rousseau adalah membentuk anak menjadi manusia yang bebas.

J.J.Rousseau memiliki keyakinan bahwa seorang ibu dapat menjmin pendidikan anaknya secara alamiah. Ia berprinsip bahwa dalam mendidik anak, orang tua perlu memberikan kebebasan pada anak agar mereka dapat berkembang secara alamiah.

Ruang LIngkup PAUD

Satuan layanan PAUD, Pendidikan anak usia dini diseenggarakan sebelum jenjang pendidikandasar.Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur formal, non formal, dan/informal.

Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal diselenggarakan pada taman kanak-kanak[TK], Raudhatul athfal [RA], atau bentuk lain yang sederajat, rentang umur antara 4-6 tahun.

Pendidikan anakusia dini jalur nonformal diselenggarakan pada kelompok bermain (KB) rentang usia anak 2-4 tahun, taman penitipan anak (TPA) rentang usia 3 bulan-2 tahun, atau bentuk lain yang sederajat satuan PAUD yang sejenis/SPS , rentang usia 4-6 tahun.

Pendidikan anak usia dini diselenggarakan pada peendidikan keluarga tau oleh lingkungan, bagi orang tua yang mempunyai anak usia 0-6 tahun.

Tuesday, November 1, 2016

Tujuan PAUD

Pada umumnya tujuan PAUD adalah mengembangkanberbGi potensi anak sejak dini sebagai persiapanuntuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkunganya.
Tujuan PAUD antara lain sebagai berikut:
a. Kesiapan anak memasuki pendidikan lebih lanjut
b. Mengulangi angka mengulang kelas
c. mengurangi angka putus sekolah
d. Mempercepat pencapaian wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun
e. Meningkatkan mutu pendidikan
f. Mengurangi angka buta huruf muda
g. Memperbaiki derajat kesehatan & gizi anak usia dini
h. Meningkatkan indeks pembangunan manusia

Selain tujuan diatas, menurut UNESCO [2005] tujuan PAUD anatara lain berdasarkan beberapa alasan:
a. Alasan pendidikan : PAUD merupakan pondasi awal untuk meningkatkan kemampuan anak untuk menyelesaikan pendidikan lebih tinggi, menurunkan angka mengulang kelas dan angka putus sekolah
b. Alasan ekonomi: PAUD merupakan investasi yang menguntungkan baik bagi keluarga maupun pemerintah
c. Alasan sosial: PAUD merupakan salah satu upaya untuk menghentikan roda kemiskinan
d. Alasan Hak/Hukum : PAUD merupakanhak setiap anakuntuk memperoleh pendidikan yang dijamin oleh undang-undang